Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Hubungan Dompet Kosong dan Rasio Gini

95
×

Hubungan Dompet Kosong dan Rasio Gini

Share this article
Silicon Valley
Sumber gambar dari pixabay
Example 468x60

Oleh : Tatang Nugraha

Example 300x600

Dompetmu Kosong? Bisa Jadi Ini Ulah Si Gini!

Jakarta – Pernah nggak sih kamu ngerasa kerja keras banting tulang, tapi dompet tetap aja tipis? Sementara di sisi lain, ada orang yang bisa liburan ke luar negeri tiap bulan, belanja branded, bahkan investasi sana-sini. Nah, ini bisa jadi bukan cuma soal rezeki, tapi juga karena satu istilah ekonomi yang sering kita abaikan: Rasio Gini.

Rasio Gini adalah angka yang ngukur tingkat ketimpangan distribusi pendapatan dalam suatu negara. Semakin tinggi angkanya (maksimal 1), artinya kesenjangan makin parah. Kalau rendah (dekat 0), berarti pendapatan warganya cenderung merata.

Di Indonesia sendiri, rasio Gini sempat jadi sorotan, apalagi setelah pandemi. Banyak orang kehilangan pekerjaan, sementara yang punya modal bisa tetap cuan lewat investasi digital, properti, bahkan ekspor. Data dari BPS mencatat, rasio Gini Indonesia sempat menyentuh angka 0,384 pada 2023. Artinya? Masih ada jurang besar antara si kaya dan si miskin.

Kondisi ini bikin dompet masyarakat bawah makin meringis. Akses pendidikan mahal, biaya kesehatan tinggi, peluang kerja terbatas. Sementara segelintir orang bisa menikmati semua fasilitas hidup dengan mudah.

Jadi, kalau kamu ngerasa dompet makin kempes padahal udah usaha maksimal, mungkin ini bukan salahmu. Ini sistem yang belum adil. Pemerataan ekonomi belum merata, dan Rasio Gini jadi cermin ketimpangan itu.

Pertanyaannya sekarang: mau sampai kapan?


Kalau kamu butuh versi dengan infografis atau tambahan data terbaru, bisa aku bantu cari lewat web juga.


Dompetmu Kosong? Bisa Jadi Ini Ulah Si Gini!

Bandung- Pernah nggak sih kamu ngerasa kerja keras banting tulang, tapi dompet tetap aja tipis? Sementara di sisi lain, ada orang yang bisa liburan ke luar negeri tiap bulan, belanja branded, bahkan investasi sana-sini. Nah, ini bisa jadi bukan cuma soal rezeki, tapi juga karena satu istilah ekonomi yang sering kita abaikan: Rasio Gini.

Rasio Gini adalah angka yang ngukur tingkat ketimpangan distribusi pendapatan dalam suatu negara. Semakin tinggi angkanya (maksimal 1), artinya kesenjangan makin parah. Kalau rendah (dekat 0), berarti pendapatan warganya cenderung merata.

Di Indonesia sendiri, rasio Gini sempat jadi sorotan, apalagi setelah pandemi. Banyak orang kehilangan pekerjaan, sementara yang punya modal bisa tetap cuan lewat investasi digital, properti, bahkan ekspor. Data dari BPS mencatat, rasio Gini Indonesia sempat menyentuh angka 0,384 pada 2023. Artinya? Masih ada jurang besar antara si kaya dan si miskin.

Kondisi ini bikin dompet masyarakat bawah makin meringis. Akses pendidikan mahal, biaya kesehatan tinggi, peluang kerja terbatas. Sementara segelintir orang bisa menikmati semua fasilitas hidup dengan mudah.

Jadi, kalau kamu ngerasa dompet makin kempes padahal udah usaha maksimal, mungkin ini bukan salahmu. Ini sistem yang belum adil. Pemerataan ekonomi belum merata, dan Rasio Gini jadi cermin ketimpangan itu.

Pertanyaannya sekarang: mau sampai kapan?


Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *