Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Penelitian & Pendataan Flora Gunung Kapalatmada dimulai dari Desa Bara Pulau Buru

63
×

Penelitian & Pendataan Flora Gunung Kapalatmada dimulai dari Desa Bara Pulau Buru

Share this article
Example 468x60

Pulau Buru merupakan salah satu pulau terbesar di Kepulauan Maluku yang memiliki catatan penting
dalam sejarah Indonesia. Namun demikian, masih banyak potensi alam dan budaya Pulau Buru yang
belum dikenal maupun diungkap secara luas. Hal ini yang menjadi landasan tema besar ekspedisi
melalui; “Rediscover Buru”.
Pada 21 September 2025, Tim Gunung Hutan Kapalatmada resmi memulai pendakian setelah dilepas
melalui prosesi adat oleh Tetua Adat di wilayah Desa Bara, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru
Selatan. Ekspedisi ini dimulai dari Desa Bara pada ketinggian 0 mdpl dengan tujuan menuju Puncak
Kapalatmada yang berada di ketinggian 2.700 mdpl. Perjalanan direncanakan berlangsung selama
kurang lebih 20 hari, dengan jarak tempuh sekitar 20-kilometer dan total 11 titik camp komunal (Lokasi
peristirahatan dan bermalam).
Desa Bara diputuskan menjadi jalur yang akan digunakan sebagai titik awal jalur pendakian. Keputusan
ini berdasarkan perbandingan dari jalur yang sebelumnya pernah dilewati oleh beberapa kelompok
perintis.
Desa Bara sendiri terletak di bagian utara Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, berbatasan langsung
dengan Kabupaten Buru Selatan, dan berjarak sekitar 142-kilometer dari Kota Namlea. Desa ini berada
di sebelah Timur Laut dari Puncak Kapalatmada. Di Desa Bara, mayoritas penduduknya memiliki
pekerjaan sebagai nelayan, namun ada beberapa juga yang memiliki usaha warung.
Desa Bara merupakan salah satu Desa Wisata yang ada di Pulau Buru. Di kawasan desa ini, memiliki
beberapa titik wisata yang menarik untuk dikunjungi seperti halnya; air terjun Waetina, pantai Teluk
Bara, sekaligus menikmati keindahan sunset di sekitar Pelabuhan Bara. Namun, harus berhati-hati
karena di wilayah ini terdapat banyak sekali hewan reptile buaya yang ukurannya dari kecil sampai yang
besar. “Dan jaraknya pun hanya beberapa meter saja dari tempat kami menginap”, ujar Jihan Syafira,
Sekretaris Umum Buru eXpedition.
Fokus utama kegiatan di jalur gunung hutan Kapalatmada bertujuan mendata dan meneliti
keanekaragaman flora, khususnya melalui koleksi dan identifikasi tumbuhan, guna menilai potensi nilai
ekologi pada tingkat ekosistem, spesies, hingga genetik, serta mempelajari dinamika dan resiliensinya
terhadap perubahan iklim. Target luaran penelitian diharapkan nantinya akan meliputi: 1). Artikel
ilmiah di jurnal bereputasi, 2). Buku populer “Biodiversitas Flora Pulau Buru”, 3). Buku populer
“Merawat Pulau Buru: Flora, Tebing, dan Gunung”, 4). Risalah kebijakan dan bank data strategi
konservasi, 5). Rekomendasi kebijakan untuk strategi konservasi, 6). Paten teknologi konservasi, dan
deskripsi/penamaan spesies flora baru.
Menurut informasi yang dihimpun dari Komandan Operasi Indra Yusuf (Ipung), “Ekspedisi Pendataan
& Penelitian Gunung Hutan Kapalatmada ini merupakan kolaborasi antara Wanadri dan Universitas
Padjadjaran, khususnya Mahasiswa Pecinta Alam Fakultas Pertanian (Mahatva). Total personil yang
terlibat dalam kegiatan ini berjumlah 21 orang; yang meliputi 7 personil dari Wanadri, 6 personil dari Mahatva, 3 personil mahasiswa Universitas Iqra Buru, 6 personil dari KPA Pulau Buru, dan 3 personil
warga lokal Bara”.
Buru eXpedition ini merupakan kerja bersama Wanadri, Mahatva, Fakultas Pertanian Unpad, Persatuan
Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), BASARNAS, TNI AU, TNI AD, Kodam Pattimura, Pemkab
Maluku, Pemkab Maluku Selatan, Universitas Iqro Buru, Dinas Kesehatan Maluku/Buru, Tetua Adat,
Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda serta elemen Masyarakat Buru dan sponsor
pendukung dari BUMN dan swasta.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *