Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Pengelola Bantah Sampah Menggunung

110
×

Pengelola Bantah Sampah Menggunung

Share this article
Example 468x60

BANDUNG — Isu mengenai sampah yang disebut menumpuk di Pasar Induk Caringin, Kota Bandung, ramai beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Video yang menarasikan tumpukan sampah di pasar tersebut bahkan memicu reaksi keras, termasuk dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Example 300x600

Dedi menegaskan pihaknya tidak akan lagi turun tangan menangani persoalan sampah di Pasar Caringin. Ia menyebut sudah memberi arahan dan melakukan langkah pembersihan sejak awal.

“Saya tak akan lagi menangani pasar tersebut karena sejak awal sudah saya arahkan. Pemerintah tidak memiliki relevansi langsung terhadap pengelolaan Pasar Caringin,” kata Dedi.

Namun, berbeda dengan informasi yang viral, Kepala Pengelola Pasar Caringin, Syarif Hidayat, menegaskan kondisi di lapangan tidak sesuai dengan pemberitaan. Menurut dia, kabar soal sampah menggunung itu tidak benar.

“Faktanya tidak seperti yang diberitakan. Setelah dibantu Pak Gubernur, kami terus berupaya menyelesaikan persoalan sampah di pasar ini,” ujar Syarif, yang akrab disapa Asep.

Upaya Pengelolaan

Pengelola pasar, kata Asep, sempat mencoba mengolah sampah dengan teknologi fermentasi dan komposting di lahan milik Pemprov Jabar. Namun, penggunaan teknologi itu ditolak warga sekitar karena menimbulkan dampak lingkungan.

Setelah dievaluasi, pihaknya kini menyiapkan teknologi baru bernama biotekh yang mampu mengolah sampah organik menjadi pakan ternak, pakan ikan, hingga biogas. Program tersebut ditargetkan mulai berjalan pada September mendatang.

“Setiap hari sampah di Pasar Caringin mencapai 40 ton. Kami hanya mendapat jatah pembuangan tiga ritase ke TPA Sarimukti, dari sembilan ritase biasanya. Sambil menunggu teknologi baru ini berjalan, kami sudah ajukan penambahan ritase,” tutur Asep.

Menurut dia, keterbatasan ritase memang membuat sebagian sampah harus dipres sebelum dibuang ke pihak lain yang siap menampung. Kendati demikian, Asep menegaskan tidak ada penumpukan yang membuat keresahan warga.

Klarifikasi Hoaks

Asep menegaskan, pemberitaan yang viral di media sosial tersebut tidak sesuai fakta lapangan. “Silakan lihat langsung ke lokasi. Dari 40 ton sampah per hari, kami kelola dengan baik. Kalau ada sisa di TPS, itu wajar. Yang jelas tidak sampai menggunung seperti diberitakan,” katanya.

Ia berharap program pengelolaan dengan teknologi baru bisa menjadi model penanganan sampah pasar, bukan hanya untuk Kota Bandung, tetapi juga Jawa Barat. Untuk itu, pihaknya sudah menggandeng PT SBT dan menyewa lahan seluas 3.000 meter persegi milik Pemprov Jabar sebagai lokasi pengolahan.

“Kami ingin mandiri dalam pengelolaan sampah, karena TPA Sarimukti juga sudah semakin terbatas. Apa yang viral di media sosial jelas tidak benar. Kondisi di lapangan aman,” ujar Asep.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *